Rabu, 05 Desember 2018

TEKNIK PENANAMAN TANAMAN (UKURAN SEMAI, POHON) DAN RUMPUT


TEKNIK PENANAMAN TANAMAN

a.      Teknik  Penanaman Ukuran Semai
1. Mengangkut bibit ke lapangan (lubang tanam).
2. Menyeleksi lagi bibit yang sesuai untuk kegiatan penanaman dengan spesifkasi
sebagai berikut:

• Bibit memiliki ketnggian 30 cm, telah berumur minimal 4 bulan dan telah
melalui proses aklimatsasi.
• Kondisi batang segar, lurus dan tdak patah.
• Memiliki daun minimal 3 tngkatan, dan pucuk tidak patah.
• Perakaran bibit sudah menyatu dengan media di polybag, kondisi ini dapat dicoba dengan cara menarik batang bibit secara perlahan dari media, apabila sukar dicabut berarti perakaran sudah menyatu dan siap ditanam, jika sebaliknya berart perakaran belum menyatu dengan media dan harus menunggu beberapa waktu untuk siap tanam
3. Seleksi juga dilakukan terhadap bibit yang mungkin rusak pada saat pengangkutan bibit dari lokasi persemaian ke lokasi penanaman. Pada kegiatan ini juga dilakukan pemeliharaan bibit berupa penyiraman, terutama apabila penyimpanan di lapangan sebelum ditanam lebih dari 1 hari.

4. Penyiraman lubang tanam yaitu penyiraman air secukupnya ke lubang tanam agar suhu di sekitar lubang tanam turun. Apabila suhu lubang tanam telah turun, maka bibit siap untuk ditanam. Hal ini diperlukan karena bibit akan mengalami stres bila akarnya langsung menyentuh tanah yang panas. Pada saat musim hujan, tdak perlu dilakukan penyiraman.

5. Penanaman dilakukan secara acak pada jalur tanam, usahakan agar setap jalur ditanami semua jenis bibit. Bibit yang ditanam adalah yang telah melewat proses seleksi.

6. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, untuk mengurangi tngkat stres bibit akibat terik sinar matahari.

7. Sebelum ditanam, polybag dilepas dengan media. Namun, pada lahan yang tergenang sebaiknya polybag tdak dilepas sempurna akan tetapi dipotong bagian tepi bawah untuk pertumbuhan akar, hal ini imaksudkan agar tanaman tetap kompak dengan media tanam.

8. Memasukkan tanaman pada lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya, dengan posisi bibit yang masuk ke dalam tanah adalah sampai leher akar. Kemudian ruang kosong dalam lubang diisi kembali dengan media tanah hasil galian, lalu tanahnya dipadatkan. Kriteria pemadatan adalah sampai batang bibit yang ditanam tersebut tdak bisa lagi dicabut dengan tenaga yang minimal, sedangkan posisi batang bibit diusahakan tegak lurus.
9. Plastk polybag bekas bibit diletakkan atau ditancapkan pada ajir untuk memberikan tanda bahwa lubang tanam pada jalur tersebut telah dilakukan penanaman.

10. Untuk kondisi lahan yang tergenang air, sebelum dilakukan penanaman sebaiknya dibuatkan gundukan lalu penanaman dilakukan di atas gundukan buatan tersebut.

11. Saat ini kondisi iklim tdak dapat diprediksi dengan tepat, maka sebaiknya penanaman dilakukan pada saat awal musim hujan atau akhir musim kemarau untuk menghindari kekeringan.

12. Pentng juga memperhatkan kondisi hidrologi di lokasi penanaman, apakah pengaturan tata air diperlukan untuk menjaga kondisi kelembaban dan menghindari kekeringan.

13. Kegiatan penanaman sebagai bagian dari reforestasi (penghutanan kembali) harus dipadukan dengan kegiatan seedling release (pemeliharaan anakan alami untuk membantu regenerasi alami), dimana jika terdapat anakan alami di dalam grid/plot tanam maka harus diperlakukan sesuai dengan prosedur pembebasan.


(Sumber : Panduan Penanaman Pohon Program Reforestasi – FORDA)
b.      Teknik Penanaman Ukuran Pohon
1.    Pastikan kondisi tanah disekitar perakaran cukup basah. Jika terlalu kering silahkan disiram dulu.
2.    Gali melingkar sedalam perakaran pohon tersebut dengan diameter sekitar 1 meter jika tanaman benar-benar besar. Jika masih agak kecil bisa menyesuikan. Biarkan akar tunggangnya tetap menancap ke dalam tanah 
3.    Beri bantuan penopang dengan bambu agar tanaman/ pohon tersebut tidak roboh
4.    Bungkus perakaran yang tersisa dengan karung agar tanah tidak rontok.
5.    Biarkan tanaman dengan kondisi tersebut selama satu bulan, agar tanaman terbiasa dengan kondisi stress.
6.    Setelah satu bulan baru potong akar tunggangnya, yang biasanya berukuran lebih besar dan menancap lurus kebawah.
7.    Pindahkan kelokasi baru yang akan kita gunakan untuk menanam pohon tersebut.
8.    Jangan lupa sebelum kita memindahkan pohon tersebut sebaiknya kita telah membuat lobang tanam yang telah diberi pupuk kandang atau kompos.
9.    Setelah tanaman tertanam lagi sebaiknya diberi penopang dengan bambu atau kayu agar tidak roboh

c.       Teknik Penanaman Rumput
Kebutuhan Bibit
Penanam bahan tanaman vegetatif , seperti stek batang, anakan, pois akar, yang biasa disebut bibit, atau dengan bahan tanam generatif (biji) yang biasa disebut benih. Penanaman dengan bibit :
a.       Tanaman rumput yang besar seperti rumput gajah, rumput raja dan rumput meksiko bisa ditanam dengan jarak tanam 1 m x 1 m, jumlah bibit yang diperlukan per 2 1000 m adalah 1000 bibit. Apabila ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 80 cm, maka jumlah bibit yang diperlukan lebih banyak yaitu (1000/0,8x0,8) = 1562 2 atau dibulatkan 1600 bibit per 1000 m b. Untuk rumput yang relative lebih kecil seperti setaria yang bisa ditanam dengan jarak
b.      tanam 0,5 m x 0,5 mkebutuhan bibitnya adalah (1000/0,5x0,5)= 4000 2 bibit per 1000 m . 2.
Pengolahan tanah
a. Pengolahan tanah untuk menanam rumput sebaiknya dilakukan sudah bersih/bebas dari tumbuhan liar, khususnya semak-semak berkayu dibajak/dicangkul untuk membalikkan tanah.
b. Setelah tanah rata dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm (biasanya selebar mata cangkul), dalamnya sekitar 20-25 cm, pupuk kandang dimasukkan ke dalam lubang. Banyaknya pupuk kandang setiap lubang kurang lebih setengah isi lubang, campur dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh.
 c. Jarak tanam (jarak antar lubang tanam) berkisar antara 0,7 m x 0,7 m sampai 1 m x 1 m
  d. Pada tanah masam (pH 4 – 5,5) perlu pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian
Penanaman
1. Penanaman dengan stek
a. Pilih batang yang tidak terlalu muda, potongpotong sepanjang 20 – 30 cm, sehingga terdapat 2 sampai 3 buku pada setiap potongannya.
b. Stek batang ditanam miring dengan posisi 30- 40 derajat dengan 1-2 buku masuk ke dalam tanah dan satu buku ada di atas permukaan tanah. Satu lubang tanam ditanami dua stek dan setelah penanaman diusahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan
2. Penanaman dengan anakan
a. Pilih anakan yang tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda dari rumpun yang pertumbuhannya bagus, untuk setiap lubang tanam, sebaiknya anakan terdiri atas 2-3 batang.
b. Potong bagian atas anakan sehingga tersisa kurang lebih 30 cm.
c. Anakan ditanam pada lubang yang sudah diberi pupuk kandang, kemudian tanah agak dipadatkan agar tanaman tidak goyah.
Sumber:http://jabar.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Leaflet%202011/HMT2011.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar