TEKNIK
PENANAMAN TANAMAN
a.
Teknik
Penanaman Ukuran Semai
1. Mengangkut bibit ke
lapangan (lubang tanam).
2. Menyeleksi lagi bibit yang sesuai untuk kegiatan penanaman dengan spesifkasi
sebagai berikut:
2. Menyeleksi lagi bibit yang sesuai untuk kegiatan penanaman dengan spesifkasi
sebagai berikut:
• Bibit memiliki
ketnggian 30 cm, telah berumur minimal 4 bulan dan telah
melalui proses aklimatsasi.
• Kondisi batang segar, lurus dan tdak patah.
• Memiliki daun minimal 3 tngkatan, dan pucuk tidak patah.
• Perakaran bibit sudah menyatu dengan media di polybag, kondisi ini dapat dicoba dengan cara menarik batang bibit secara perlahan dari media, apabila sukar dicabut berarti perakaran sudah menyatu dan siap ditanam, jika sebaliknya berart perakaran belum menyatu dengan media dan harus menunggu beberapa waktu untuk siap tanam
melalui proses aklimatsasi.
• Kondisi batang segar, lurus dan tdak patah.
• Memiliki daun minimal 3 tngkatan, dan pucuk tidak patah.
• Perakaran bibit sudah menyatu dengan media di polybag, kondisi ini dapat dicoba dengan cara menarik batang bibit secara perlahan dari media, apabila sukar dicabut berarti perakaran sudah menyatu dan siap ditanam, jika sebaliknya berart perakaran belum menyatu dengan media dan harus menunggu beberapa waktu untuk siap tanam
3. Seleksi juga
dilakukan terhadap bibit yang mungkin rusak pada saat pengangkutan bibit dari
lokasi persemaian ke lokasi penanaman. Pada kegiatan ini juga dilakukan pemeliharaan
bibit berupa penyiraman, terutama apabila penyimpanan di lapangan sebelum
ditanam lebih dari 1 hari.
4. Penyiraman lubang tanam yaitu penyiraman air secukupnya ke lubang tanam agar suhu di sekitar lubang tanam turun. Apabila suhu lubang tanam telah turun, maka bibit siap untuk ditanam. Hal ini diperlukan karena bibit akan mengalami stres bila akarnya langsung menyentuh tanah yang panas. Pada saat musim hujan, tdak perlu dilakukan penyiraman.
5. Penanaman dilakukan secara acak pada jalur tanam, usahakan agar setap jalur ditanami semua jenis bibit. Bibit yang ditanam adalah yang telah melewat proses seleksi.
6. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, untuk mengurangi tngkat stres bibit akibat terik sinar matahari.
7. Sebelum ditanam,
polybag dilepas dengan media. Namun, pada lahan yang tergenang sebaiknya
polybag tdak dilepas sempurna akan tetapi dipotong bagian tepi bawah untuk
pertumbuhan akar, hal ini imaksudkan agar tanaman tetap kompak dengan media
tanam.
8. Memasukkan tanaman
pada lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya, dengan posisi bibit yang masuk
ke dalam tanah adalah sampai leher akar. Kemudian ruang kosong dalam lubang
diisi kembali dengan media tanah hasil galian, lalu tanahnya dipadatkan.
Kriteria pemadatan adalah sampai batang bibit yang ditanam tersebut tdak bisa
lagi dicabut dengan tenaga yang minimal, sedangkan posisi batang bibit diusahakan
tegak lurus.
9.
Plastk polybag bekas bibit diletakkan atau ditancapkan pada ajir untuk
memberikan tanda bahwa lubang tanam pada jalur tersebut telah dilakukan
penanaman.
10. Untuk kondisi lahan yang tergenang air, sebelum dilakukan penanaman sebaiknya dibuatkan gundukan lalu penanaman dilakukan di atas gundukan buatan tersebut.
11. Saat ini kondisi iklim tdak dapat diprediksi dengan tepat, maka sebaiknya penanaman dilakukan pada saat awal musim hujan atau akhir musim kemarau untuk menghindari kekeringan.
12. Pentng juga memperhatkan kondisi hidrologi di lokasi penanaman, apakah pengaturan tata air diperlukan untuk menjaga kondisi kelembaban dan menghindari kekeringan.
13. Kegiatan penanaman sebagai bagian dari reforestasi (penghutanan kembali) harus dipadukan dengan kegiatan seedling release (pemeliharaan anakan alami untuk membantu regenerasi alami), dimana jika terdapat anakan alami di dalam grid/plot tanam maka harus diperlakukan sesuai dengan prosedur pembebasan.
(Sumber : Panduan
Penanaman Pohon Program Reforestasi – FORDA)
b.
Teknik
Penanaman Ukuran Pohon
1.
Pastikan kondisi tanah disekitar perakaran cukup basah. Jika terlalu kering
silahkan disiram dulu.
2.
Gali melingkar sedalam perakaran pohon tersebut dengan diameter sekitar 1
meter jika tanaman benar-benar besar. Jika masih agak kecil bisa menyesuikan.
Biarkan akar tunggangnya tetap menancap ke dalam tanah
3.
Beri bantuan penopang dengan bambu agar tanaman/ pohon tersebut tidak roboh
4.
Bungkus perakaran yang tersisa dengan karung agar tanah tidak rontok.
5.
Biarkan tanaman dengan kondisi tersebut selama satu bulan, agar tanaman
terbiasa dengan kondisi stress.
6.
Setelah satu bulan baru potong akar tunggangnya, yang biasanya berukuran
lebih besar dan menancap lurus kebawah.
7.
Pindahkan kelokasi baru yang akan kita gunakan untuk menanam pohon
tersebut.
8.
Jangan lupa sebelum kita memindahkan pohon tersebut sebaiknya kita telah
membuat lobang tanam yang telah diberi pupuk kandang atau kompos.
9.
Setelah tanaman tertanam lagi sebaiknya diberi penopang dengan bambu atau
kayu agar tidak roboh
c.
Teknik
Penanaman Rumput
Kebutuhan
Bibit
Penanam bahan tanaman
vegetatif , seperti stek batang, anakan, pois akar, yang biasa disebut bibit,
atau dengan bahan tanam generatif (biji) yang biasa disebut benih. Penanaman
dengan bibit :
a. Tanaman
rumput yang besar seperti rumput gajah, rumput raja dan rumput meksiko bisa
ditanam dengan jarak tanam 1 m x 1 m, jumlah bibit yang diperlukan per 2 1000 m
adalah 1000 bibit. Apabila ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 80 cm, maka
jumlah bibit yang diperlukan lebih banyak yaitu (1000/0,8x0,8) = 1562 2 atau dibulatkan
1600 bibit per 1000 m b. Untuk rumput yang relative lebih kecil seperti setaria
yang bisa ditanam dengan jarak
b. tanam
0,5 m x 0,5 mkebutuhan bibitnya adalah (1000/0,5x0,5)= 4000 2 bibit per 1000 m .
2.
Pengolahan tanah
a. Pengolahan tanah
untuk menanam rumput sebaiknya dilakukan sudah bersih/bebas dari tumbuhan liar,
khususnya semak-semak berkayu dibajak/dicangkul untuk membalikkan tanah.
b.
Setelah tanah rata dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm (biasanya
selebar mata cangkul), dalamnya sekitar 20-25 cm, pupuk kandang dimasukkan ke
dalam lubang. Banyaknya pupuk kandang setiap lubang kurang lebih setengah isi
lubang, campur dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh.
c. Jarak tanam (jarak antar lubang tanam)
berkisar antara 0,7 m x 0,7 m sampai 1 m x 1 m
d. Pada tanah masam (pH 4 – 5,5) perlu
pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian
Penanaman
1.
Penanaman dengan stek
a.
Pilih batang yang tidak terlalu muda, potongpotong sepanjang 20 – 30 cm,
sehingga terdapat 2 sampai 3 buku pada setiap potongannya.
b.
Stek batang ditanam miring dengan posisi 30- 40 derajat dengan 1-2 buku masuk
ke dalam tanah dan satu buku ada di atas permukaan tanah. Satu lubang tanam
ditanami dua stek dan setelah penanaman diusahakan agar rumput yang baru
ditanam mendapat pengairan
2.
Penanaman dengan anakan
a.
Pilih anakan yang tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda dari rumpun yang
pertumbuhannya bagus, untuk setiap lubang tanam, sebaiknya anakan terdiri atas
2-3 batang.
b.
Potong bagian atas anakan sehingga tersisa kurang lebih 30 cm.
c.
Anakan ditanam pada lubang yang sudah diberi pupuk kandang, kemudian tanah agak
dipadatkan agar tanaman tidak goyah.
Sumber:http://jabar.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Leaflet%202011/HMT2011.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar