Bismillah
Setelah kemarin kita membahas tentang kiat menjadi pengangguran bergaji kantoran kini kita akan sedikit membahas tentang Manajemen Keuangan Pengangguran Bergaji Kantoran. Hal ini mengingat pengaturan keuangan adalah hal yang penting terlebih lagi bagi mereka yang kerja serabutan alias pengangguran bergaji "kantoran" yang mana kadang ada masa-masa BONCOS dan SEPI PROYEKAN. Masa-masa BONCOS ini kalau tidak diantisipasi keuangannya maka akan jadi masalah. Bisa jadi Anda tidak lagi istikomah menganggur karena mungkin Anda disuruh kerja kantoran oleh orangtua atau mertua Anda atau oleh Anda sendiri karena terpaksa.
Manajemen keuangan bagi pengangguran bergaji kantoran dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Usahakan Anda memakai maksimal 50 % dari gaji yang Anda dapatkan tiap bulannya, jangan lebih. Kalau kurang dari 50 % semisal 40 % tentu lebih baik.
2. Sisa 50 % tadi Anda bagi-bagi. Misal 20 % nya untuk sedekah, 40 % nya untuk investasi , dan 40 % nya untuk tabungan.
3. Investasi sebanyak 40 % bisa apa saja apakah itu bisa untuk dicoba diputar untuk bisnis, membeli alat, software, atau apapun itu yang bisa berpenghasilan.
4. 40 % tabungan yang Anda tabung setiap bulan jangan semuanya dibiarkan menjadi uang, namun coba ditabungkan dalam bentuk emas atau apabila gaji bulanan Anda sebagai pengangguran sudah selevel direktur tentu bisa ditabungkan menjadi tanah yang nilainya selalu meningkat tiap tahunnya. Misal untuk tabungan emas atau tanah dialokasikan 75 % nya dan sisanya 25 % sebagai dana tabungan cadangan.
Contoh perhitungannya :
1. Gaji bulanan Anda Rp5.000.000, artinya Anda maksimal menikmati Rp2.500.000 (50% dari Rp5 jt)
2. Dari Rp2.500.000 tadi sebanyak Rp500.000 Anda sedekahkan (bisa dibagi-bagi, misal Rp100 rb untuk masjid, Rp100 rb untuk membantu jihad, dan sebagainya), kemudian Rp1.000.000 untuk investasi misal untuk bisnis baru dengan modal mendekati Rp1 juta atau membeli alat baru untuk mengembangkan bisnis Anda yang sudah ada, dan Rp1.000.000 untuk tabungan cadangan maupun hari tua.
3. Dari Rp1.000.000 yang Anda tabungkan tiap bulan misal 75 % (Rp750.000) nya Anda gunakan untuk investasi di aset yang terus meningkat. Misal Rp750.000 Anda kumpulkan dulu selama setahun menjadi Rp9 juta, nah Rp9 juta ini mungkin bisa dibelikan emas (sekarang setara 9 gram-an) emas. Tentu harga emas akan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Fungsi dari investasi ini adalah untuk tunjangan hari tua Anda. Sementara angka 25 % atau Rp250.000 per bulan atau total Rp3.000.000 per tahun adalah sebagai dana cadangan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan yang datang tiba-tiba.
Sebenarnya banyak referensi untuk mengatur keuangan. Adapun yang saya tuliskan di atas adalah modifikasi dari berbagai sumber.
Selain dengan prosentase, pengaturan keuangan bisa dilakukan dengan plotting gaji dari setiap pekerjaan serabutan Anda. Tentu cara seperti ini dilakukan bagi Anda yang sudah memiliki sedikitnya 3 pekerjaan serabutan. Misal :
- Gaji pekerjaan A untuk kehidupan sehari-hari
- Gaji pekerjaan B untuk tabungan dan investasi bisnis
- Gaji pekerjaan C untuk tabungan dalam bentuk emas atau tanah
Apalagi kalau sudah berumah tangga tentu menambahkan pekerjaan lain misal pekerjaan D khusus untuk SPP bulanan anak dan seluruh kebutuhan anak.
Cara ploting gaji adalah cara yang biasanya saya pakai sehingga apabila ada hajat untuk suatu hal saya harus menambah sumber gaji lain sehingga tidak merusak alokasi sumber gaji yang lainnya.
Intinya tinggal dipilih saja sesuai dengan level karir Anda meniti dalam bekerja serabutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar