Sabtu, 29 Desember 2018
BEBERAPA CARA MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
Bismillah
Sebagai khalifah di muka bumi manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan yang sudah Allah ciptakan, salah satunya dengan menjaga supaya lingkungan hidup tidak semakin rusak.
Banyak upaya yang bisa dilakukan supaya lingkunga hidup bisa terus terjaga antara lain :
1. Memberikan Ilmu
Ilmu merupakan gerbang awal dari amal. Amal tanpa ilmu berakhir pada kerusakan maka itu langkah awal yang harus diberikan adalah edukasi. Edukasi untuk menyadarkan bahwa apa yang sudah dilakukan adalah merusak lingkungan.
Bisa jadi banyaknya kerusakan lingkungan disebabkan ketidaktahuan. Mungkin sudah tahu namun sampai tingkat apa pengetahuannya, hal ini perlu diedukasi. Bisa jadi ada seorang yang membuang sampah di sungai karena dia tidak tahu dampak jangka panjang yang akan embahayakan dirinya, yang dia tahu hanya sebatas membuang sampah sembarangan hanya membahayakan kota atau wilayah lain bukan wilayahnya.
Upaya memberikan ilmu mengenai lingkungan sudah banyak dilakukan khusunya melalui dunia pendidikan dengan adanya mata ajaran Pendidikan Lingkungan Hidup,
Pendidikan Konservasi, Pengantar Lingkungan dan sebagainya.
2. Menanamkan Keikhlasan
Ilmu tanpa amal merupakan kesia-siaan. Waktu, biaya dan tenaga dihabiskan hanya untuk mendengar ucapan yang masuk dari telinga kiri keluar melalui telinga kanan atau sebaliknya. Ilmu mengenai lingkungan seharusnya diamalkan. Namun mengamalkannya butuh ilmu tentang keikhlasan. Ikhlas akan muncul kalau seseorang tahu untuk apa beramal kebaikan. Tentu sebagai hamba Allah sudah tahu beramal kebaikan tujuannya untuk memperoleh pahala dari Allah. Menanamkan keikhlasan memang tidak mudah karena tidak setiap orang mengenal Tuhannya. Diperlukan peran dari para asatizah untuk menjelaskan konsep tauhid dan keikhlasan.
Menjaga lingkungan termasuk amalan yang mendatangkan pahala. Betapa tidak dalam sebuah hadits intinya dijelaskan bahwa pahala akan terus mengalir pada seseorang yang menanam pohon selagi hasil dari pohon itu dimanfaatkan baik oleh makhluk yang tampak maupun yang tak tampak. Satu pohon yang ditanam bisa menjadi penghasil Oksigen, menjadi peneduh dari sengatan sinar matahari, mengurangi panasnya suhu udara, mengurangi emisi polutan , mencegah erosi dan banjir, menjadi cover bagi satwaliar, menjadi bahan obat dan pakan dan sebagainya. Betapa banyak pahala yang mengalir dari amalan tersebut. Itu baru pohon belum lagi amalan-amalan lainnya seperti menyelamatkan habitat satwaliar, membersihkan sungai, memisahkan sampah mudah urai dan sulit urai dan sebagainya.
3. Memberikan Reward
Hidup di akhirat perlu hasil dari tuaian pahala, semakin banyak pahala semakin bagus surganya. Begitu juga dengan hidup di dunia tentu perlu "pahala" untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pahala yang dimaksud di sini adalah reward/penghargaan berupa materi. Bukan bermaksud harus matere, namun kenyataanya memang dengan materi kita bisa memenuhi kebahagiaan di dunia.
Reward terhadap upaya pelestarian lingkungan banyak bentuknya, tidak melulu berupa uang secara langsung namun bisa berupa hal-hal lain yang mendatangkan uang dengan jumlah yang lebih besar. Beberapa reward yang bisa dilakukan adalah :
1. Memberikan kesempatan dagang pada area ekowisata di wilayah konservasi tanpa harus membayar biaya sewa tempat namun cukup dengan mengumpulkan sampah dari pengunjung
dan sampah tersebut dibedakan antara sampah mudah urai dengan sampah sulit urai
2. Bisnis bagi hasil dari sampah yaitu antara pemberi sampah, pengelola dan investor.
3. Bagi pedagang makanan bisa memberikan diskon sekian persen dari harga jualnya apabila ada pembeli yang menggunakan mangkuk/wadah sendiri.Hal ini tidak hanya
berdampak baik bagi lingkungan hidup tetapi juga berdampak positif bagi pengeluaran yaitu tidak perlu ada ongkos cuci, tidak perlu banyak banyak beli sterofoam
4. Memberikan reward berupa uang langsung seperti yang dilakukan pada perdagangan karbon yaitu sekian USD untuk setiap ton karbon.
Apakah hanya reward, lalu bagaimana dengan punishment ? Menurut pandangan saya punishment belum cocok untuk diterapkan apalagi yang berkaitan dengan pungutan
yang bertentangan dengan syariat karena bisa jadi pungutan tersebut disalahgunakan. Apabila ingin dipaksakan punishment berilah punishment yang bukan dalam bentuk
"uang", misal sanksi sosial atau tidak diberinya kesempatan untuk mencari peluang uang dan sebagainya.
Akhir kata semoga artikel singkat ini bermanfaat untuk kelestarian lingkungan hidup.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar