Guru pahlawan tanpa tanda jasa, menurut saya alasannya adalah :
1. Saya mencoba mengingat guru SMP yang ketika saya SMP beliau sudah tua dan mengajar saya
2. Kemudian saya mencari nama nama beliau di google
3. Alhasil nama nama beliau ditemukan
4. Tetapi hanya sebatas nama, wujud orangnya berbeda
5. Kemudian saya berpikir apakah benar mereka terlupakan dan tenggelam begitu saja, tidak ada satupun murid yang mengenangnya seminimal menulis, " Bapak **** sewaktu SMP pernah mengajarkan saya perbedaan antara bahasa Melayu Sabah dengan bahasa Melayu Semenanjung, atau Ibu ***** pernah mengajar saya aljabar tanpa rumus atau apalah.... jarang sekali
6. Berbeda dengan mencari nama dosen, sekali cari langsung keluar baik fotonya, penelitiannya hingga akun instagramnya
7. Begitu pula dengan dosen-dosen yang berusia tua dan menjadi pensiun, setidaknya masih ada cerita dari murid-muridnya di medsos
8. Kenapa ini bisa terjadi ?
9. Apakah guru tersebut tidak mampu mengikuti perkembangan IPTEK ataukah muridnya sengaja melupakannya ? Apakah guru tersebut tidak mengabadikan ilmunya dalam tulisan baik itu modul maupun buku ataukah muridnya hanya mengcopy kemudian melupakannya setelah ujian nasional selesai ? Ataukah guru hanya terkenang selama masa pendidikan saja akan ke-killer-annya ? Ataukah guru hanya sebatas pajangan di buku tahunan ?
10. Di sini saya tidak berbicara "guru les" atau "guru privat" atau apa pun, yang saya bicarakan di sini adalah "guru sekolah". Karena menurut saya guru les dan atau privat berbeda kedudukan dan tanggung jawabnya.
11. Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar