Bismillah
Pernah ngasih tau penghasilan Anda per bulan lalu diejek dengan ucapan YAH CUMAN SEGITU DOANG. Pernah ? Tentunya pernah ya. Berapa pun penghasilan kita pasti akan dikatakan "kurang" oleh orang yang memiliki penghasilan bulanan lebih tinggi dari kita. Tapi apakah kita kecewa dengan ucapan YAH CUMAN SEGITU DOANG ? Pastinya iya, namun kita tetap mencoba mengendus napas dan bersabar akan kekecewaan itu sembari mengevaluasi diri dan mengambil sisi positifnya.
Aku pun pernah mengatakan ucapan yang sama kepada ayahku saat aku masih berusia 9 tahun, saat itu aku sedang di mobil dan mengatakan bahwa penghasilan bulanan ayahku rendah, lalu beliau mengatakan, " Apa kamu gak bersyukur dengan apa yang Bapak buat dan dapatkan?", aku yang masih kecil dan gak tahu apa arti "syukur" itu aku menjawab, "enggak". Kemudian ayahku diam saja, mungkin beliau menganggap kosakata "syukur" belum masuk ke umur seusiaku, hal ini karena materi tentang "syukur" baru diajarkan di kelas 6 SD dan syair lagu "syukur" baru diajarkan di kelas 5 SD, maklum saat itu aku masih kelas 4 SD.
Apa yang aku lakukan kepada ayahku saat usiaku masih kelas 4 SD nampaknya berefek kepadaku saat aku lulus kuliah, ya aku memilih pekerjaan yang kata sebagian besar orang REMEH dan DIPANDANG DENGAN MATA SEBELAH, apa kerjaku ? Aku berprofesi sebagai guru privat dan semi privat, kalau ada waktu aku kosong aku menerjemahkan dokumen ke bahasa Inggris dan membuatkan peta untuk berbagai keperluan. Aku menemui mereka yang menganggap remeh kerjaanku, bahkan di antara mereka ada yang mengatakan, " Ya udah kalau gak punya uang nanti kita-kita bayarin", sebenarnya aku mau membela diri, tapi mungkin ini balasan dari Allah untukku yang tidak mensyukuri apa yang ayahku dapat saat aku masih kecil hanya karena kaset PS ku tidak sebanyak teman-temanku, mobil yang keluargaku gunakan tak secanggih keluarga lain punya, rumah tak semegah lainnya dan sebagainya, hanya masalah bangkai kambing atau halusnya masalah "duniawi".
Mudah saja bagiku mengatakan bahwa asetku sekian, aku punya tabungan sekian, aku bisa beli ini beli itu, tapi ya sudahlah, memang kadang hasilku anjlok banget karena BUKAN PEKERJAAN TETAP. Namun kadang aku sakit hati tapi aku tetap memotivasi diri, karena bagiku bukan cuman SEGITU DOANGNYA, namun untuk mencapai SEGITU DOANG aku telah melakukan banyak hal yang mungkin tidak dilakukan orang lain, aku telah mengorbankan banyak hal dan aku telah menghabiskan banyak waktu untuk yang SEGITU DOANG. Bagiku SEGITU DOANG YANG kudapatkan akan selalu kusyukri dengan berbagai cara, karena aku yakin SEREMEH apa pun profesinya di MATA MASYARAKAT kalau ditekuni insya Allah akan Allah limpahkan juga rezekinya, hanya saja itu rahasia.
Akhir kata aku nasehatkan bagi Anda yang diremehkan orang lain dalam masalah REZEKI maka ambillah sisi positifnya, bisa jadi mereka sayang pada Anda dan tidak mahu melihat Anda sulit dan kedua jangan terlalu disedihkan dan dibaperkan, hargailah perjuangan Anda untuk meraih yang SEGITU DOANG, karena bisa jadi di luar sana ada yang ingin duduk di posisi Anda saat ini dengan mengatakan, "Ih enak ya hidup seperti si Fetir, cuman goreng-goreng gorengan dapet duit duduk duduk tidur makan shalat main, ya gua emang si gaji gede tapi ngupil sembarangan aja dimarahin si bos"
Ok sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar