Bismillah
Pengangguran, memang secara ilmiah ada definisi tersendiri. Namun di sini saya mendefinisikan pengangguran berdasarkan definisi yang beredar di tengah masyarakat. Pengangguran menurut definisi tersebut adalah :
1. Mereka yang bukan PNS, Pegawai BUMN maupun pegawai swasta multinasional
2. Mereka yang tidak bekerja kantoran
3. Mereka yang tidak memakai seragam
4. Mereka yang bekerja sebentar kurang dari 8 jam kerja
Menurut keempat definisi di atas saya telah menguasai empat-empatnya.
Memutuskan menjadi pengangguran adalah keputusan yang saya pilih di tahun 2015. Setelah saya lulus sidang skripsi di tahun 2015 tepatnya bulan September saya memilih profesi apa saja yang santai dan hasilnya sama dengan orang yang kerja kantoran. Akhirnya saya jualan batu akik dan HP bekas, hanya dapat Rp100.000, tapi saya sangat bersyukur karena saya meraihnya dalam jangka waktu satu hari. Untuk tetap menganggur namun berpenghasilan saya memutuskan untuk jadi guru bimbingan belajar freelance yang bayarannya Rp40.000 per satu kali mengajar. Di bulan-bulan awal saya hanya mendapatkan Rp240.000 lalu naik terus menjadi Rp2 juta per bulan karena saya semakin produktif mengajar. Profesi sebagai pengangguran berpenghasilan pun terus saya jalani. Di saat teman-teman saya magang di kantor saya pun tetap nganggur berpenghasilan. Kenapa ? karena apa yang teman saya dapat dan saya dapat jumlahnya sama bahkan lebih banyak saya. Ketika itu ada teman seperjuangan magang di Jakarta, di sebuah kantor, 1 harinya dapat Rp50.000, dalam sebulan hanya Rp1,25-Rp1,5 juta, tapi saya bisa dapat Rp2 juta dari jadi guru bimbel.
Sampai kini pun saya tetap menjadi pengangguran, tapi saya sudah menyetarakan dengan penghasilan kantoran pada level jabatan tertentu yang jelas bukan staff lagi. Menjadi pengangguran tak lepas dari celaan orang, tapi saya berpikir apakah kalau saya mengikuti apa yang mereka katakan penghasilan saya lebih dari sekarang atau bahkan kurang ?.
Lalu bagaimana kiat jadi pengangguran berpenghasilan kantoran ?
1. Ketahui gaji kantoran per bulan pada umumnya dari mulai level staff hingga direktur utama. Misal level staff Rp4 juta, level assiten manager Rp15 juta, level manager Rp20 juta dan seterusnya. Untuk mendapatkan data ini Anda bisa lihat kaskus, quora, qerja, dan webiste-website lainnya.
2. Saat sudah tahu gaji mereka maka coba setarakan. Taruhlah mulai dari level staff lulusan S1 dengan gaji Rp4 juta per bulan, artinya Anda harus mengejar Rp4 juta per bulan untuk bulan ini saja. Lakukan kerja serabutan yang bisa Anda lakukan. Kita lihat angka Rp 4 juta dibagi dengan 25 hari kerja dalam sebulan, artinya Anda harus mendapatkan Rp160.000 per hari. Coba Anda pikirkan kira-kira apa yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan Rp160 ribu per hari. Misal jadi dropshipper produk dengan komisi Rp10 ribu per produk, artinya satu hari harus laku setidaknya 16 buah, atau Anda jadi marketer dengan komisi Rp160 ribu, misal marketer akikah atau barang elektronik seperti HP. Di sini Anda bisa berpikir dan berdoa kepada Allah untuk ide lebih banyak lagi.
3. Saat Anda sudah berhasil mendapatkan angka Rp4 juta per bulan, coba Anda stabilkan. Artinya bulan depan, bulan depannya lagi dan seterusnya Anda harus stabil. Anda bisa menduplikasi cara Anda seperti di bulan pertama Anda meraih Rp4 juta per bulan.
4. Terkadang staff ada bonus ini dan itu setelah beberapa waktu bekerja dan hasilnya bagus. Saran saya coba cari tahu bonusnya, misalkan lima kali gaji bulanan atau bahkan sepuluh kali gaji bulanan. Di sini Anda harus berpikir bagaimana caranya mendapatkan gaji pokok Rp4 juta per bulan + bonus. Ketika sudah ketemu caranya maka duplikasikanlah.
5. Jabatan di kantor tentu akan terus meningkat, misal meningkat jadi assisten manager, manager, dsb. Lakukanlah tahapan nomor 1-4 dan duplikasikan cara Anda apabila sudah sukses di bulan pertama mencoba.
6. Banyak-banyak berdoa dan bersedekah. Dua hal inilah yang menjadi wasilah pertolongan Allah di saat Anda istikomah menganggur namun kerjaan serabutan sedang sepi orderan. Dengan cara seperti ini Anda inshaAllah akan mendapatkan pertolongan yang tidak disangka-sangka.
Menjalani profesi sebagai PENGANGGURAN bukan berarti Anda tidak bisa menghasilkan uang, itu semua bisa hanya saja jalannya beda. Intinya banyak jalan menuju Mekkah baik melalui Dzulhulaifah, Qarn al Manzil, Juhfah, Dzat Irq, maupun Yalamlam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar