Katanya wanita sekarang harus punya pendapatan sendiri. Beragam alasan untuk mendukung pendapat ini. Rata-rata alasannya adalah kekhawatiran, semisal :1). Khawatir apabila suami meninggal pemberian nafkah tidak ada lagi, 2). Khawatir kalau diceraikan tidak ada pemberian nafkah, dan 3). Khawatir kalau suami dipecat dari pekerjaanya atau jatuh sakit sehingga tidak ada yang bisa memberikan nafkah. Alasan inilah yang membuat wanita memilih untuk bekerja dan atau berbisnis.
Menjadi wanita pekerja dan pebisnis tidak sepenuhnya salah, hanya saja apakah pekerjaan dan bisnis yang dilakoni wanita tersebut bisa tetap membuat wanita menjalankan kewajibannya sebagai istri kelak ?. Memang "katanya" bisa, namun realitanya ?
Pengamatan saya melihat wanita yang bekerja adalah sebagai berikut :
1. Wanita berangkat selepas shubuh sekitar pukul 05.00 atau 06.00 WIB
2. Wanita pulang selepas maghrib dan isya
3. Wanita pulang dalam keadaan lelah
Pernah saya mengajar privat seorang siswa, ibunya bekerja di Jakarta, berangkat sebelum anaknya bangun dan pulang sekitar pukul 19.00.
Lalu dimanakah letak "bisanya mereka membagi waktu antara kewajiban dan pekerjaan?".
Ok taruhlah kita mendukung WANITA BEKERJA DAN BERBISNIS,tapi mahukah mereka bekerja sebagai guru privat di rumah, guru TK di samping rumah, bisnis online jualan baju, bisnis offline dagang makanan ringan di depan rumah ?
Nyatanya mereka tetap seperti yang saya sebutkan di atas. Mereka lebih suka kerja kantoran dan atau bisnis yang kebanyakan dilakoni di luar.
Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda. Saya pribadi apabila memilih pendamping hidup saya tidak akan memilih WANITA PEKERJA. Lebih baik saya memilih wanita miskin dan tidak bekerja. Biarlah untuk urusan nafkah saya yang mencari. Wanita tersebut tinggal diam dan memainkan perannya sebagai ratu di istananya. Apabila saya mendapatkan wanita seperti itu saya merasa mendapatkan HIGH VALUE MALE yang mana saya bisa sepenuhnya menguasai wanita yang saya cintai.
Kajian sosiologi telah membuktikan bahwa salah satu cara menguasai seseorang atau sekelompok orang adalah dengan uang yang dimilikinya. Hal ini seperti berlaku pada seorang orangtua yang menguasai anak-anaknya, selagi anak-anaknya masih dibiayai sekolah dan uang jajan maka orangtua mampu mengaturnya dan anak akan tunduk.
Lalu apakah cara saya dalam memilih wanita adalah penindasan terhadap kebebasan wanita ?
Saya rasa tidak, karena makna "kebebasan" bagi wanita adalah kebebasan dari beban yang bukan dilimpahkan baginya seperti mencari nafkah.
Sekarang saya bertanya dari segi pakaian saja, wanita yang bekerja rata-rata memakai pakaian ketat, lalu wanita rumahan rata-rata memakai daster, dari sini mana yang bebas bergerak ? Silakan dijawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar