Jumat, 25 Mei 2018

RAPUH

Mungkin mereka sudah rapuh dan tak kuat lagi menopangmu
Wajar mereka mengeluhkan kerapuhannya
Entah sebagai wanti-wanti atau sudah saatnya berhenti
Tapi mereka tak mau merapuhkan begitu saja
Karena mereka tak mau kerapuhannya meruntuhkan segalanya

Mungkin kau mengira mereka masih kuat
Mereka memang nampak kuat zahirnya
Tapi batinnya mengadu pada Tuhannya "Ya Tuhan sampai kapan zahir ku terus menyembunyikan kerapuhanku, aku mau menyerah, tapi aku berharap kekuatanMu"
Mereka nampak tersenyum mendengar kebahagiaanmu meskipun tak kau bagi padanya
Melihatmu memakan makan enak, kau tawarkan sedikit, mereka menjawab dengan pura-pura sudah kenyang, pura-pura tidak suka, padahal liur mereka berjatuhan melihatmu makan, begitupula saat kau minum, begitupula saat kau membawa banyak harta yang terlintas di mata mereka
Mereka ingin sembari menyembunyikan kerapuhannya
Mereka nampak ikut dalam arus permasalahnmu meskipun dalam hati mereka enggan
Batin mereka ingin berkata, "urusan sendiri masalahmu"
Namun zahir mereka sembari menyembunyikan kerapuhannya ikut menyelesaikan masalahmu bahkan mereka yang malah lebih khawatir terhadap masalahmu daripada kamu sendiri
Tatkala masalahmu sudah selesai tak ada ucapan terimakasih, yang kamu semakin memuncak marah pada mereka
Mereka bertambah rapuh namun semakin menampkkan kekuatan zahir mereka

Rapuh
biarlah mereka rapuh
Jangan tambahkan kerapuhannya
Namun mengertilah kerapuhannya
Sudah saatnya kau yang menopang mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar